Berapa harga anakmu? Bingung pasti, karena nilai #anak tak ternilai dan tak dapat diukur dengan materi. Tapi benarkah #anak itu tak ternilai? Kadang-kadang atau mungkin seringkali #anak bernilai sangat rendah di mata orangtua. Kadang dia lebih rendah dari sebuah piring. Ketika piring itu pecah tanpa sengaja, maka rasa marah kemudian memecahkan perasaan #anak, lalu tanpa sadar merendahkan nilai anaknya dibanding sebuah piring yang pecah, lalu suara meninggi memecahkan hati sang #anak. Atau lebih rendah dari semangkok sayur yang tertumpah, karena tangan kecilnya berusaha membantu ibu di dapur. Mata yang melotot terasa lebih pantas walaupun harus menumpahkan air mata sang #anak. Atau lebih rendah dari sebuah mobil baru yang jika tergores, maka goresannya dianggap lebih berbahaya ketimbang goresan luka di hati sang anak. Kadang anak juga lebih rendah nilainya dibanding facebook atau pertandingan bola, sehingga lebih banyak waktu dan keseriusan yang dihabiskan untuk facebook dan nonton bola ketimbang mendengarkan cerita anaknya di sekolah. Kadang anak lebih rendah nilainya dari sebuah handphone, "gak boleh nanti rusak!" kekhawatiran HP rusak lebih besar dibanding kekhawatiran rusaknya perasaan sang anak. Berapa nilai anak bagi kita? Adalah sejauh keikhlasan kita menahan diri hingga tidak merusak hatinya. Adalah sejauh kemampuan kita menempatkan harga dirinya jauh diatas benda-benda mati yang kita miliki. Benda itu tidak akan menolong kita di "yaumil akhir". Sementara anak, adalah investasi kita dihadapan Allah. Dia yang akan memperpanjang usia historis kita dengan du'a dan amal sholih yang kita ajarkan lalu dia mengamalkannya. Semoga kita dapat lebih bijak dalam menghadapi perilaku anak. Merekalah salah satu harapan dikala kita sudah mati.