Oleh: Ruliyanto Pribadi Banyak yang cerita tentang peluang berwirausaha. Tapi jarang sekali yang cerita resikonya. Jalan wirausaha itu adalah jalan semak belukar yang penuh duri dan bahaya. Beberapa resiko di antaranya dari yang terberat sampai paling ringan yang saya tahu adalah: 1. Punya hutang tidak bisa dibayar karena rugi hebat. Bisa ke investor, ke supplier, ke karyawan, dll. Lebih berat dari ini adalah sampai masuk penjara (Yep, i've seen it). Baca orang sampai hutang belasan milyar karena usahanya rugi bikin saya bingung...piye carane mbayar? 2. Bangkrut. Udah bertahun-tahun bikin usaha, udah capek-capek mengerahkan seluruh energinya hanya untuk menutup usahanya suatu hari. Bener-bener sangat menyakitkan, lebih sakit daripada ketemu mantan hehehe 3. Putus silaturahmi. Bisnis ga segampang dan seenak yang diduga. Bisa saja malah bikin putus silaturahmi. Lebih buruk dari itu, kita dijelek-jelekkan di belakang kita tanpa kita tahu. Bahkan bisa jadi mantan karyawan bikin grup untuk ngrasani kita. 4. Rusak nama baik. Sebaik-baiknya bikin #usaha, terkadang ada juga kesalahan yang kita lakukan. Dalam beberapa jenis bisnis, founder akan langsung menerima getahnya. Bisa jadi dianggap maling, dianggap tidak bertanggung jawab, tidak becus, dll. 5. Kehilangan moment dengan keluarga. Ini juga mungkin terjadi, meski bisnisnya nampak bagus tapi ternyata malah bermasalah dengan keluarganya akibat waktunya banyak tercurah dalam bisnisnya. Kalau sudah berkeluarga, biasanya bakal mengerti bahwa akan ada tuntutan dari bisnis dan dari keluarga dalam waktu yang bersamaan. 6. Stress berkepanjangan. Bisnis itu bakal memaksa kita untuk melakukan yang lebih dari biasanya. Jangan pernah berpikir kalau berbisnis tiba-tiba langsung punya freedom of time. Kenyataan yang saya tahu, tahun-tahun awal bisa jadi kita bekerja di atas 12 jam sehari dengan bidang kerja yang sangat beragam. Tanggung jawab akan dibebankan ke kita semuanya saat itu. 7. Rugi. Di antara semua resiko itu, kalau resikonya rugi...yah, itu kenyataan bisnis. Bisnis ga bisa tiap bulan pasti untung. Kadang untung, dan mungkin juga ada ruginya. Tinggal bagaimana kita menyikapinya. Ada lagi?