Diera media sosial saat ini, mengerikan sekali fitnahnya laki-laki kepada para wanita yang sudah bersuami. Seringnya candaan para laki-laki kepada wanita bersuami tidak sedikit yang berujung pada perbuatan yang amat tercela. Termasuk takhbib jika ada laki-laki yg menggoda baik dengan serius atau bercanda kepada wanita yg sudah bersuami. Seringnya candaan yang menggoda itu pintu masuknya perbuatan takhbib yaitu merusak ikatan seorang istri kepada suaminya, baik merusak ikatan hati antara istri dg suaminya, juga merusak hubungan pernikahannya. Takhbib ini amat sangat tercela dalam islam, Nabi shallallahu'alaihi wasallam berlepas diri dari muslim yang melakukan takhbib. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ﻟَﻴْﺲَ ﻣِﻨَّﺎ ﻣَﻦْ ﺧَﺒَّﺐَ ﺍﻣﺮَﺃَﺓً ﻋَﻠَﻰ ﺯَﻭﺟِﻬَﺎ ”Bukan bagian dariku seseorang yang melakukan takhbib terhadap seorang wanita, sehingga dia melawan suaminya.” (HR. Abu Daud 2175 dan dishahihkan al-Albani) Ibnul Qoyim menjelaskan tentang perbuatan takhbib: "Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melaknat orang yang melakukan takhbib, dan beliau berlepas diri dari pelakunya. Takhbib termasuk salah satu dosa besar. Karena ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang seseorang untuk meminang wanita yang telah dilamar oleh lelaki lain, dan melarang seseorang menawar barang yang sedang ditawar orang lain, maka bagaimana lagi dengan orang yang berusaha memisahkan antara seorang suami dengan istrinya atau budaknya, sehingga dia bisa menjalin hubungan dengannya. (al-Jawab al-Kafi, hlm. 154) Ad-Dzahabi mendefinisikan takhbib yaitu: ”Merusak hati wanita terhadap suaminya.” (al-Kabair, hal. 209) Bentuk takhbib tidak hanya dalam usaha menghasut seorang wanita untuk berpisah dengan suaminya, tapi juga dalam bentuk yang lain. ”Merusak hubungan istri dengan suaminya, tidak hanya dalam bentuk memotivasi dia untuk menggugat cerai. Bahkan semata upaya memberikan empati, belas kasihan, berbagi rasa, dan segala sebab yang membuat si wanita menjadi jatuh cinta kepadamu, merupakan bentuk merusak (keluarga) yang serius, dan usaha paling licik yang mungkin bisa dilakukan seseorang.” (Fatwa Islam, no. 84849) Terus bagaimana jika seorang wanita yang mendekati pria beristri? Ini bukan termasuk takhbib, karena seorang suami dihalalkan menikahi #wanita tersebut tanpa merusak ikatannya dg istri pertama, dan hal ini juga pernah terjadi kepada Nabi shallallahu'alaihi wasallam ketika ada seorang wanita yang mengajukan dirinya untuk dinikahi, dan ini bukan perbuatan tercela. Berbeda dengan seorang laki-laki yang mendekati wanita bersuami tidak ada jalan untuk menikahinya kecuali merusak ikatan #istri dengan suaminya. Na'udzubillah.