Oleh: Ustadz Felix Siauw Diam. Sabar. Tahan. Tak bersuara belum tentu tak peduli, tak bergerak tak selalu berarti malas, tak berbuat belum pasti tak berani. Semua ada masanya, semua ada ujiannya Saya tahu, sangat tidak nyaman, ketika kita harus diam, sabar, menahan diri saat melihat saudara-saudara kita didzalimi, apalagi dibunuhi, dibantai dan ditumpahkan darahnya Inginnya kita yang kesana dan membela, kalau tak bisa cukup sama menderita dengan mereka juga tak apa, atau syahid membarengi mereka, berjumpa dengan Allah, memandang wajah-Nya Tapi dakwah memang bukan siapa yang paling berani, siapa yang paling hebat, siapa yang paling tenar, siapa yang paling kuat, tapi siapa yang paling taat, dan berada dalam koridor syariat Ada masa ketika sahabat geram menyaksikan siksaan terhadap Bilal, Ammar, dan sahabat lain yang disiksa Quraisy jahil, ada masa kegeraman Umar ra di Hudaibiyah tak dianggap oleh Rasulullah Bukan tak berani, hanya belum diperintah. Bukan tak bisa tapi belum sampai masanya. Begitulah kita sekarang di hadapan permasalahan Suriah, Palestina, Rohingya dan semisalnya Sebab kebathilan sekarang disokong negara, bahkan multinegara, sedang kita tercerai-berai, masing-masing melindungi kepentingan negaranya, dan mengabaikan kepentingan ummat yang satu Tersandera batas-batas wilayah, sementara Allah perintahkan mereka dalam satu ukhuwah, terbelenggu oleh ancaman-ancaman negara adikuasa, padahal Allah janjikan kekuasaan atas bumi Tapi akan ada masa, dimana semua kaum Muslim, satu hari akan tersadarkan, bahwa tak ada yang layak dijadikan pengikat kecuali ukhuwah, tak ada aturan yang baik kecuali syariah Islam Bahwa untuk melawan kedzaliman yang mendunia, mereka perlu visi yang mendunia pula, kepemimpinan yang mendunia, yang satu jari pemimpinnya bisa menggerakkan para mujahid pemberani Saat itulah bendera dan panji Rasulullah berkibar, bersusun-susun berbaris-baris memenuhi cakrawala, takbir dan tahlil akan bersahut memenuhi ruang suara, kebangkitan #Khilafah yang Kedua Sampai masa itu, sabarlah berdakwah, membangun kesadaran ummat, lebih seriuslah, lebih cepatlah, lebih tangkaslah, sebab ummat memerlukan persatuan Islam sedunia Jangan anggap remeh kerja pembisik-pembisik #dakwah, sebab bila tak ada Musab bin Umair yang sabar, diam-diam, dan bertahan dalam dakwah, tak ada Badar, tak ada Uhud, tak ada Khandaq Seruanmu itu senjata, dan itu sudah membuat musuh bergemeletak giginya sebab khawatir, ideologi Islam milikmu adalah musuh peradaban kufur, yang akan menggantikan mereka selamanya Maka bertahanlah di pos-posmu, berdiamlah dan tunaikan amanah dakwah, bila ini adalah masa-masa pelatihan kita sebelum fitnah lebih berat lagi, maka berikanlah nilai yang terbaik Setiap mata yang terjaga saat menjaga garis pertahanan adalah ribath, begitu pula lelah payahmu dalam dakwah, kerjakan apa yang didepan mata dengan terbaik, dakwah yang terbaik Mereka di Aleppo punya ujian, kita di Jakarta punya ujian. Mereka di Gaza punya ujian, kita di Indonesia punya ujian. Semua adalah ladang untuk meraup pahala demi pahala, lakukanlah Mereka berjihad untuk mempertahankan darah dan kehormatan mereka, maka lakukanlah jerih payah sepadan dalam dakwah mengembalikan Khilafah, yang akan menyatukan ummat Allah akan satukan hati-hati kita, bangkitlah dan lantangkanlah syiar-syiar #Islam!