Oleh: Ustadz Felix Siauw Karena #percaya kita meminjamkan uang pada orang lain, karena percaya kita menitipkan harta kepada orang lain, sebab percaya pula seorang ayah menikahkan putrinya Dalam #Islam kepercayaan itu utama, karenanya Nabi Muhammad dikenal sebab dia dipercaya, digelari al-amin, yang lisan, amalannya sesuai dan bisa dipertanggungjawabkan Membangun kepercayaan itu perlu waktu lama, meruntuhkannya hanya perlu semalam, sebab kepercayaan itu bukan diminta tapi diberikan setelah pembuktian Karena percaya, Saad bin Muadz menyerahkan kepemimpinan pada Rasulullah untuk diterapkan syariat Islam, karena percaya Rasulullah para sahabat mau diuji Bagaimana bila kepercayaan itu hilang? Sebab ketidakadilan yang begitu jelas, sebab ketidaksetaraan yang merata, kesombongan dan kemunafikan yang dipertontonkan? Maka tak tegak pemerintahan, sebab ummat sudah tidak percaya. Sebab terlalu banyak mereka melihat kesalahan dibela, dan yang benar justru disalahkan dan dituduh Saat pihak berwenang yang diharap-harap justru memaksakan kehendak, dan teriak hati-hati yang terluka sebab agamanya dihina dibungkam tak boleh bersuara Disitu ramai manusia bertanya, salahkah meminta keadilan? Bukankah negara ini tegak sebab rakyatnya? Bukankah percaya adalah nyawa tegaknya negara? Maka yang kita lihat hari-hari ini ialah kepercayaan yang dilalaikan, sebab Allah yang harusnya dasar dari seluruh yang kita percaya, dipinggirkan hanya sekedar di masjid Demokrasi yang katanya suara terbanyak tak terbukti, keadilan sosial pun dikalahkan kepentingan, kekufuran dibela, lantas masih berharap semua ini dipercaya? Indikasi meningkatnya ketidakpercayaan ummat pada penguasa-penguasa angkuh ini makin meningkat, isu rush money jadi bukti, lalu masih ngotot ini agenda #politik? Mengapa tidak tegakkan keadilan, penjarakan penista agama, dan hukum seberat-beratnya, lalu kembali pada aturan syariat Allah, disitu kepercayaan ummat pasti diberikan