Oleh: Ustadz Felix Siauw Hari-hari ini kita dibuat bingung oleh berita yang berseliweran, perdebatan tentang #niat sampai kata baru yang populer, dissenting opinion, atau juga kata 'kesejukan' yang terus diulang-ulang Tidak diragukan lagi, kalimat yang keluar dari #lisan adalah cara paling ampuh menunjukkan niat, sebab lisan itu bagian dari #amal, bagian dari action yang secara nyata bisa dinilai Maka kita merasa takjub, bisa-bisanya sesuatu yang sudah jelas sekali, dirasakan jutaan ummat Muslim, mereka terluka, tersakiti, terusik aqidahnya dengan ucapan penista agama tak dirasa oleh penguasa Ditinjau dari segi komunikasi, si penista agama sungguh benar-benar sukses mengantarkan pesan kebenciannya, yaitu pesan pelecehan dan perendahan terhadap Al-Quran Lucunya, beberapa diantara mereka yang dikata ahli, bagian dari dissenter itu, gagal menangkap pesan ini, kemungkinan besar mereka tak peka #aqidah sebagaimana jutaan Muslim itu Dan mereka berdebat tentang niat, mengabaikan yang nyata-nyata bisa didengar, mau beberapa kalipun diulang, aroma kebencian, perendahan, kesombongan, jelas-jelas tercium Mereka berkata tentang niat, dan betapa sulit mengidentifikasi niat itu. Tapi dengan mudah menuduh bahwa aksi BelaQuran 411 ditunggangi 10-15% orang yang ingin menggoyang negara? Mereka bercerita tentang niat, namun selalu mengulang-ulang menuding bahwa aksi #BelaQuran 411 itu adalah niatan politik, rasis, anti-kebhinekaan, sungguh hebat! Mereka berkilah si penista agama tidak dengan sengaja meleceh Al-Quran, mati-matian. Tapi di lain sisi mudah sekali mem-framing Khilafah, seolah-olah Khilafah itu bagian yang buruk Duhai bapak-bapak penegak hukum yang terhormat, sudah butakah dari kebenaran yang nyata? Sudahkah bukan bagian dari ummat hingga tak merasakan pilu yang kami rasakan? Ataukah tulisan ini akan dianggap sebagai 'membonceng' dan punya 'hidden agenda'? Sungguh aneh, mencari-cari pengalihan, sementara masalah yang ada sudah jelas https://luthfie.com/files/images/ustadz-felix-161118.jpg Jabatan akan diletak jua, kekuasaan akan diganti masa, sementara manusia terus akan menua, satu saat Allah akan menarik jiwa, dan pada saat itu tak ada yang lebih penting dari #agama Lalu kemana lagi kita berharap akan keadilan hari-hari ini? Dimana lagi kita menemukan mereka yang cinta pada Allah dan Rasul-Nya, sementara penguasa-penguasa kita malu menyebut agamanya?