Oleh Ustadz Felix Siauw https://luthfie.com/files/images/Syam-Omran-Daqneesh.jpg [Omran Daqneesh - Syam] Dari balik reruntuhan bangunan yang diluluhlantakan dengan kejam oleh penguasanya, dik Omran Daqneesh menyapa kita, berteriak dalam diam Dia duduk sendiri, tegar walau setengah wajahnya bersimbah darah yang masih terus mengucur dari kepalanya, setengah wajahnya yang lain berdebu pekat Tak usah tanya ayah dan ibunya, tak mungkin anak sekecil ini sendirian di rumahnya, dia pun tak bertanya dimana ayah ibunya, mungkin tak lagi sempat Harusnya kita yang bertanya, #anak sekecil ini pantaskah bertanggung jawab atas kekejaman dan keserakahan penguasanya? Membunuhi rakyatnya sendiri? Hanya tersebab keimanan yang mereka jaga, keyakinan yang mereka teguhkan, serta harapan bahwa mereka kelak akan berhukum dengan hukum-hukum Allah Jangan tanya bagaimana rasanya, kata-kata yang berebut keluar akhirnya harus terhenti karena dia saksikan satu demi satu anak-anak kembali ditarik dari puing Jangan tanya bagaimana sakitnya, ketika tanpa suara ledakan itu mengambil kerabat keluarganya, dan setelahnya yang tersisa hanya rintih-rintih lirih Dik Omran menyeka kembali darah yang bersimbah, yang Allah haramkan tertumpah, untuk menunjukkan kita sama-sama manusia yang punya rasa Tangannya yang bersimbah darah dengan panik diusap ke tempat duduknya, seolah malu terlihat bahwa dia terluka, tatapannya tegar, ciri khas ahlu Syam Sementara bagi kita waktu seolah berhenti, berkecamuk selaksa pertanyaan, Ya Rabb, apa yang akan kami jawab nanti saat anak ini menuntut kami? Sungguh darahnya adalah darah kami, lukanya adalah luka kami, tanahnya juga tanah kami, sementara kami hanya mampu menangisi dan mendoakan Dan kita bertanya pada diri kita sendiri, mana yang lebih baik keadaannya? Dik Omran ataukah kita? Mereka di Suriah ataukah kita yang penuh kedamaian? Bisa jadi, bisa jadi, Allah menguji kita dengan kesemuanya. Dan Allah memuliakan dik Omran dan ahlu Syam dengan ujian ini, dan ujian bagi kita, pedulikah kita? Bisa jadi, bisa jadi, dik Omran jadi teguran Allah untuk sejenak berpaling dari urusan cinta dan nikah yang mejemukan, selisih ikhtilaf yang tak ada habisnya Bisa jadi, bisa jadi, apa yang terjadi sekarang di Suriah, jadi sebab hati-hati kita ditautkan oleh Allah, dipersatukan dalam jihad, pembebasan Al-Aqsha Ya Rabb, mampukan kami berbuat yang terbaik untuk saudara kami, walau hanya lewat doa, beranikan kami untuk berbicara, juga memberikan yang terbaik Mungkin apa yang kita sampaikan tak begitu berharga, tapi ini bukti cinta kita pada mereka, bahwa ukhuwah Islam lebih kuat dari ikatan apapun jua Bagi temen-temen yang mau menitip donasi saya rekomendasikan via @sahabatalaqsha, yang selama ini saya yakini amanah dalam penyalurannya Donasi Palestina: Bank Syariah Mandiri No. Rek 77 44 12345 8 an. Sahabat Al Aqsha Yayasan BNI Syariah No. Rek 77 44 12345 9 an. Sahabat Al Aqsha Yayasan (Palestina) Donasi Suriah: Bank Syariah Mandiri No. Rek 77 55 12345 7 an. Sahabat Al Aqsha Yayasan BNI Syariah No. Rek 77 55 12345 6 an. Sahabat Al Aqsha Yayasan (Suriah) Operasional: BNI Syariah No. Rek 77 66 12345 1 an. Sahabat Al Aqsha Yayasan Untuk konfirmasi donasi anda, silakan SMS/WA ke 0821 12935195 atau E-mail ke : amanah@sahabatalaqsha.com Kunjungi kabar cintanya di; www.sahabatalaqsha.com Sumber: https://fb.com/10154278060096351